>link "href"=’http://img98.imageshack.us/img98/9617/image3cr0.gif‘ rel=’ http://img264.imageshack.us/img264/7575/image16kn8.gif’/>
SmileySELAMAT DATANG DI BlOG KAMI Smiley

Membuat menu Horisontal

Posted by Unknown Sabtu, 02 Maret 2013 0 komentar

Baiklah sekarang saya akan memberikan cara singkat pembuatan menu horizontal tersebut :

#navbar-iframe {
   height:0px; visibility: hidden; display: none;
 
}
_______________________________________________

Keterangan: 
Kode tersebut berfungsi untuk menyembunyikan navbar standar Blogger, sehingga apabila sebelumnya kamu telah menyembunyikan navbar standar maka lewati langkah ini dan lanjutkan pada langkah berikutnya. 

3. Sisipkan rangkaian kode CSS berikut ini tepat di atas 
]]></b:skin> . 
_______________________________________________ 
.bilah-menu-atas {
width: 100%;
min-width: 960px;
position: fixed;
top: 0px;
left: 0px;
right: 0px;
height: 27px;
font-size: 13px;
z-index: 99;
white-space: nowrap;
background-color: #336699;
background-image: -moz-linear-gradient(center top , rgb(20, 132, 206) 0%, #336699 100%);
box-shadow: 0px 2px 0px rgb(14, 90, 140);
border-bottom: 1px solid rgba(255, 255, 255, 0.1);
}
.kolom-utama {
-moz-transition: all 0.2s linear 0s;
width: 960px;
height: auto;
margin: 0px auto;
}
.kolom-menu {
width: 521px;
height: auto;
margin: 0px 0px 0px -41px;
float: left;
display: inline;
}
.kolom-menu ul {
height: auto;
margin-top: 0px;
}
.kolom-menu ul li {
float: left;
position: relative;
list-style: none outside none;
}
.kolom-menu ul li:first-child {
border-left: 1px solid rgba(30, 30, 30, 0.125);
}
.kolom-menu ul li a {
color: #ffffff;
font-weight: bold;
text-shadow: -1px -1px rgba(0, 0, 0, 0.2);
text-decoration: none;
display: inline-block;
padding-top: 5px;
padding-right: 10px;
padding-bottom: 5px;
padding-left: 10px;
position: relative;
border-right: 1px solid rgba(30, 30, 30, 0.125);
box-shadow: 1px 0px 0px rgba(255, 255, 255, 0.1);
}
.kolom-menu ul li a:hover, .kolom-menu ul li a:focus {
background-color: rgba(255, 255, 255, 0.125);
} 
_______________________________________________ 
Keterangan: 
Warna yang dihasilkan oleh rangkaian kode CSS di atas adalah warna biru untuk background dan putih pada teks. Sehingga apabila belum sesuai dengan desain tampilan halaman blog kalian, maka sesuaikan warna yang digunakan dengan mengganti kode warna yang dipakai pada bagian 
color:, background-color:, dan background-image:. 

4. Cari kode 
<body dan kemudian sisipkan rangkaian kode berikut ini tepat di bawahnya. 
_______________________________________________

<div class='bilah-menu-atas' id='bilahmenuatas'>
   <div class='kolom-utama'>
     <div class='kolom-menu'>
       <ul>
         <li><a href='http://andieshinigami.blogspot.com/'><img alt='L3' height='15px' src='https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhFJL7kK7CDOOUSbpvqIfGjccEiwJ6bRsgkZ42KWFXpGka_2yG4l3ll15N7rfZpxWSW0ZqSvUjtZjByrKyihNt-fHIucB-O3vlEq1PxOQoHncWYtDoxlBuzfPnHn9UFGfSxpPIBwXB1xFs/s800/Beranda.png' width='20px'/></a></li>
         <li><a href='URL'>Menu Kiri 1</a></li>
         <li><a href='URL'>Menu Kiri 2</a></li>
       </ul>
     </div>
     <div class='kolom-menu'>
       <ul style='float: right'>
         <li><a href='URL'>Menu Kanan 1</a></li>
         <li><a href='URL'>Menu Kanan 2</a></li>
       </ul>
     </div>
   </div>
 
</div>

Sobat Darmanto semua,pada Tutorial Blog kali ini saya akan berbagi Cara Membuat Menu Horizontal untuk Blogger/Blogspot.Cara Membuat menu horizontal ini sangat mudah dan berbasis tab individual, dan tidak menggunakan list (HTML unordered list). Catatan ini untuk memberikan jawaban salah seorang sobat pada catatan saya yang berjudul Cara membuat halaman blog.

Cara Membuat Menu Horizontal Tabs di Blogspot

Langsung saja inilah Tutorial blog bagi para sobat untuk
 Cara Membuat menu horizontal pada blogger/blogspot:

1.Login ke dasbor blog milik sobat
2.Klik Template-Edit HTML dan centang Expand Template Widget
3.Copy kode CSS dibawah ini dan letakkan kode tersebut tepat diatas kode
 ]]></b:skin>

/* Navigasi tabs Sederhana darmanto.com Starts */
a.darmantotabs, a.darmantotabs:link, a.darmantotabs:visited {display:block; width:102px; height:30px; background:#444444; border:1px solid #ebebeb; margin-top:2px; text-align:center; text-decoration:none; font-family:arial, sans-serif; font-size:12px; font-weight:bold;color:#FFFFFF; line-height:25px; overflow:hidden; float:left;}
a.darmantotabs:hover {color:#FFFFFF; background:#666666;}
#darmantobar {width:auto; margin:0 auto;}
/* Navigasi tabs Sederhana Ends */

4.Klik Simpan.

Setelah memasukkan kode CSS pada template blog milik sobat,buka
 Tata Letak,Tambah Gadget dan pilih HTML/JavaScript.
Copy dan paste kan kode dibawah ini pada kolom HTML/Javascript:

<!-- Navigasi tabs Sederhana http://www.darmanto.com Starts -->
<div id='darmantobar'>
<a href="
#" class="darmantotabs">Home</a>
<a href="
#" class="darmantotabs">About</a>
<a href="
#" class="darmantotabs">Blog Tips</a>
<a href="
#" class="darmantotabs">SEO Tips</a>
<a href="
#" class="darmantotabs">Contact</a>
<a href="
#" class="darmantotabs">Sitemap</a>
<a href="
#" class="darmantotabs">Advertise</a>
</div>
<!-- Navigasi tabs Sederhana Ends -->

Setelah itu Simpan.
 
Read More..

Pemikiran Pendidikan Ibn Khaldun

Posted by Unknown 0 komentar


ANALISIS PEMIKIRAN PENDIDIKAN IBN KHALDUN
Oleh : Muhshoni


I.         Pendahuluan
Pendidikan mempunyai arti penting bagi kehidupan manusia , juga diakui sebagai kekuatan yang dapat membantu masyarakat mencapai kemegahan dan kemajuan peradaban. Kejayaan Islam klasik, telah meninggalkan jejak kebesaran Islam di bidang ekonomi, politik, intelektualisme, tradisi-tradisi, keagamaan, seni, dan sebagainya, tidak terlepas dari dunia pendidikan, dan begitu pula dengan kemunduran pendidikan Islam, telah membawa Islam berkubang dalam kemunduran.
Dengan mempelajari kehidupan masa lalu umat islam, akan membantu untuk memahami sebab-sebab kemajuan dan kemunduran pendidikan Islam. Pemahaman tersebut dapat dijadikan pijakan dalam mengembangkan kesalahan-kesalahan pada masa lalu. Oleh karena itu, untuk mencapai kemajuan pendidikan Islam sekarang, dan memecahkan persoalan-persoalan pendidiksn Islam harus mendalami historical Islam, khususnya menyangkut dengan dunia pendidikan Islam.
    Pada dasarnya proses pendidikan sebenarnya telah berlangsung sepanjang sejarah berkembang  dengan perkembangan sosial-budaya manusia di permukaan bumi. Sejarah pendidikan Islam dan sejarah  para tokoh-tokoh pendidikan Islam dapat dikatakan berada dalam periode-periode Islam itu sendiri. Terkait dengan hal-hal yang telah diuraikan diatas penulis membahas pemikiran pendidikan Islam dan dalam makalah ini penulis memaparkan pemikiran pendidikan Islam Ibn Khaldun. 

II.         Pembahasan

a.        Biografi Ibn Khaldun
Ibn Khaldun nama lengkapnya adalah Abdur Rahman Abu Zayd Ibn Muhammad Ibn Khaldun ia dilahirkan pada tanggal 27 Mei 1332 di Tunisia. Ia berasal dari keluargs politisi, intelektual, dan aristokrat. Sebelum ia menyeberang ke Afrika keluarganya adalah anti-politik di Moorish,Spanyol selama beberapa abad. Latar belakang keluarga yang tampaknya mempengaruhi dan menentukan perkembangan pikirannya, dan telah mewariskan tradisi intelektual  ke dalam dirinya, sedangkan jatuh bangunnya dinasti-dinasti Islam terutama Dinasti Umayyah dan Abbasiyah memberikan kerangka berpikir dan teori-teori ilmu sosial serta filsafatnya
Salah satu karya beliau antara lain: Muqaddimah dan Sejarah Alam Semesta. Dalam hidupnya beliau selalu berpindah-pindah dan selalu menjadi orang penting dari satu tempat ke tempat lain, terakhir ia menjabat sebagai ketua Mahkamah Agung sampai ia meninggal pada tahun1406 dalam usia 74 tahun.[1]

b.  Pemikiran Dalam Bidang Pendidikan
Pemikiran Ibn Khaldun dalam bidang pendidikan meliputi tentang manusia didik, ilmu, metode pengajaran, dan spesialisasi. Dalam melihat manusia ia tidak terlalu menekankan kepada kepribadiannya akan tetapi kepada hubungannya dan interaksinya terhadap kelompok yang ada dalam masyarakat. Dalam konsep ini sering disebut sebagai salah satu pendiri sosiolaogi dan antropologi
Ibn Khaldun berpandangan bahwa manusia adalah makhluk yang berpikir. Oleh karena itu mampu melahirkan ilmu dan teknologi, dan sifat-sifat ini tidak dimiliki oleh makhluk lainnya.
Selanjutnya ia berpaendapat bahwa pertumbuhan pendidikan dan ilmu pengetahuan dipengaruhi oleh peradaban
Berkenaan dengan ilmu pengetahuan Ibn Khaldun membagi menjadi tiga macam yaitu ilmu lisan, ilmu naqlidan ilmu aqli
Dalam metode pengajaran Ibn Khaldun menggunakan metode berangsur-angsur,setapak demi setapak dan sedikit demi sedikit. Dan ia menganjurkan agar seorang itu bersikap sopan dan halus pada muridnya, hal ini juga termasuk sikap orang tua terhadap anaknya, karena orang tua adalah guru utama bagi anaknya.[2] Guru harus mampu menarik perhatian muridnya , menjaga mereka hingga pikiran mereka terbuka dan berkembang sendiri.Guru harus membiasakan perilaku yang baik kepada murid-muridnya, memberi contoh, dan tidak mengajari mereka dengan perkataan saja. Seorang guru harus menjadi contoh bagi murid-muridnya.[3] Menurut Ibn Khaldun keahlian adalah sifat dan corak jiwa tidak dapat tumbuh serempak.
Dari beberapa uraian diatas, terlihat bahwa Ibn Khaldun adalah seorang tokoh filsuf, dan juga sebagai tokoh sosiolog yang memiliki perhatian yang sangat besar terhadap pendidikan, konsep pendidikannya sangat dipengaruhi oleh pandangannya terhadap manusia sebagai makhluk yang harus dididik dalam rangka melaksanakan fungsi sosialnya ditengah-tengah masyarakat.
Pemikirannya dalam bidang pendidikan bermula dari presentasi ensiklopedia ilmu pengetahuannya. Hal ini merupakan jalan untuk membuka teori tentang pengetahuan dan presentasi umum mengenai sejarah sosial dan epitomologi berdasarkan perkembangan ilmu pengetahuan.Menurut Ibnu Khaldun, ilmu pengetahuan mengelompokkan ilmu pengetahuan menjadi dua macam, yakni; pengetahuan rasional dan pengetahuan tradisional. Pengetahuan rasional adalah pengetahuan yang diperoleh dari kebaikan yang berasal dari pemikiran yang alami. Sedangkan pengetahuan tradisional merupakan pengetahuan yang subjeknya, metodenya, dan hasilnya, serta perkembangan sejarahnya dibangun oleh kekuasaan atau seseorang yang berkuasa.
c. Konsep atau tujuan pendidikan
Pendidikan menurut Ibnu Khaldun adalah mentransformasikan nilai-nilai yang diperoleh dari pengalaman untuk dapat memepertahankan eksistensi manusia dalam peradaban masyarakat. Pendidikan adalah upaya melestarikan dan mewariskan nilai-nilai yang ada dalam masyarakat agar masyarakat tersebut bisa tetap eksis.Pemikiran Ibnu Khaldun dalam hal pendidikan ia tuangkan dalam karya monumentalnya yang dikenal dengan sebutan Muqaddimah. Sebagai seorang filsuf muslim pemikirannya memanglah sangat rasional dan berpegang teguh pada logika. Corak ini menjadi pijakan dasar baginya dalam membangun konsep-konsep pendidikan. Menurutnya paling tidak ada tiga tujuan yang hendak dicapai oleh pendidikan Islam, yaitu peningkatan kecerdasan dan kemampuan berpikir, peningkatan segi kemasyarakatan manusia, peningkatan segi kerohanian manusia. Sehingga diharapkan pendidikan Islam mampu menciptakan manusia yang siap menghadapi berbagai fenomena social yang ada disekitarnya.
d.  Kurikulum dan Materi Pendidikan
Pengertian kurikulum pada masa Ibnu Khaldun masih terbatas pada maklumat-maklumat dan pengetahuan yang dikemukakan oleh guru atau sekolah dalam bentuk mata pelajaran yang terbatas atau dalam bentuk kitab-kitab tradisional yang tertentu, yang dikaji oleh murid dalam tiap tahap pendidikan. Sedangkan pengertian kurikulum modern, telah mencakup konsep yang lebih luas yang di dalamnya mencakup empat unsur pokok yaitu: Tujuan pendidikan yang ingin dicapai, pengetahuan-pengetahuan, maklumat-maklumat, data kegiatan-kegiatan, pengalaman-pengalaman dari mana terbentuknya kurikulum itu, metode pengajaran serta bimbingan kepada murid, ditambah metode penilaian yang dipergunakan untuk mengukur kurikulum dan hasil proses pendidikan. Dalam pembahasannya mengenai kurikulum Ibnu Khaldun mencoba membandingkan kurikulum-kurikulum yang berlaku pada masanya, yaitu kurikulum pada tingkat rendah yang terjadi di negara-negara Islam bagian Barat dan Timur. Kurikulum pendidikan yang diajarkan kepada peserta didik dalam pemikiran Ibnu Khaldun meliputi tiga hal, yaitu: pertama, kurikulum sebagai alat bantu pemahaman (ilmu bahasa, ilmu nahwu, balagah dan syair). Kedua, kurikulum sekunder yaitu matakuliah untuk mendukung memahami Islam (seperti logika, fisika, metafisika, dan matematika). Ketiga kurikulum primer yaitu inti ajaran Islam (ilmu Fiqh, Hadist, Tafsir, dan sebagainya).
Adapun pandangannya mengenai materi pendidikan, karena materi adalah merupakan salah satu komponen operasional pendidikan, maka dalam hal ini Ibnu Khaldun telah mengklasifikasikan ilmu pengetahuan yang banyak dipelajari manusia pada waktu itu menjadi dua macam yaitu:
1. Ilmu-ilmu tradisional (Naqliyah)
Ilmu naqliyah adalah yang bersumber dari al-Qur’an dan Hadits yang dalam hal ini peran akal hanyalah menghubungkan cabang permasalahan dengan cabang utama, karena informasi ilmu ini berdasarkan kepada otoritas syari’at yang diambil dari al-Qur’an dan Hadits.
Ibn Khaldun menyusun ilmu-ilmu naqli sesuai dengan manfaat dan kepentingannya bagi peserta didik kepada beberapa ilmu, yaitu :
1.      Al-Quran dan Hadits
2.      Ulum al-Quran
3.      Ulum Hadits
4.      Ushul Fiqh
5.      Fiqh
6.      Ilm al-Kalam
7.      Ilm al-Tasawuf
8.      Ilm al-Ta’bir Ru’ya[4]
Menurutnya,Al-quran adalah ilmu yang pertama kali harus diajarkan kepada anak. Al-Quran mengajarkan kepada anak tentang syariat Islam yang dipegang teguh oleh para ahli agama dan dijunjung tinggi oleh setiap umat Islam[5]
Ilmu-ilmu naqli hanya ditujukan untuk dipelajari pemeluk Islam. Walaupun dalam setiap agama sebelumnya ilmu-ilmu tersebut telah ada, akan tetapi berbeda dengan yang tedapat dalam Islam. Dalam Islam, eksistensi ilmu berfungsi menasakhkan ilmu-ilmu dari setiap agama yang lalu dan mengembangkan kebudayaan manusia secara dinamis[6]

2.      Ilmu-ilmu filsafat atau rasional (Aqliyah)
Ilmu ini bersifat alami bagi manusia, yang diperolehnya melalui kemampuannya untuk berfikir. Ilmu ini dimiliki semua anggota masyarakat di dunia, dan sudah ada sejak mula kehidupan peradaban umat manusia di dunia.
Ilmu aqli di bagi menjadi empat kelompok, yaitu :
1.      Ilmu Logika (Mantiq)
2.      Ilmu Fisika ; termasuk di dalamnya ilmu kedokteran dan ilmu Pertanian
3.      Ilmu Metafisika (Il-al Ilahiyat)
4.      Ilmu Matematika termasuk di dalamnya ilmu Geografi, Aritmatka dan al-Jabar, ilmu Musik, ilmu astronomi dan ilmu Nujum[7]
. Walaupun Ibnu Khaldun banyak membicarakan tentang ilmu geografi, sejarah dan sosiologi, namun ia tidak memasukkan ilmu-ilmu tersebut ke dalam klasifikasi ilmunya.
Ibnu Khaldun membagi ilmu berdasarkan kepentingannya bagi anak didik menjadi empat macam, yang masing-masing bagian diletakkan berdasarkan kegunaan dan prioritas mempelajarinya. Empat macam pembagian itu adalah:
1. Ilmu agama (syari’at), yang terdiri dari tafsir, hadits, fiqh dan ilmu kalam.
2. Ilmu ‘aqliyah, yang terdiri dari ilmu kalam, (fisika), dan ilmu Ketuhanan (metafisika)
3. Ilmu alat yang membantu mempelajari ilmu agama (syari’at), yang terdiri dari ilmu bahasa Arab, ilmu hitung dan ilmu-ilmu lain yang membantu mempelajari agama.
4. Ilmu alat yang membantu mempelajari ilmu filsafat, yaitu logika.

e.   Metode Pendidikan
Pandangan Ibnu Khaldun tentang metode pengajaran merupakan bagian dari pembahasan pada buku Muqaddimahnya. Sebagaimana kita ketahui dalam sejarah pendidikan Islam dapat kita simak bahwa dalam berbagai kondisi dan situasi yang berbeda, telah diterapkan metode pengajaran. Dan metode yang dipergunakan bukan hanya metode mengajar bagi pendidik, melainkan juga metode belajar yang harus digunakan oleh anak didik. Hal ini sebagaimana telah dibahas Ibnu Khaldun dalam buku Muqaddimahnya.
Didalam memberikan pengetahuan kepada anak didik, pendidik hendaknya memberikan problem-problem pokok yang bersifat umum dan menyeluruh, dengan memperhatikan kemampuan akal anak didik.Kedua:Setelah pendidik memberikan problem-problem yang umum dari pengetahuan tadi baru pendidik membahasnya secara lebih detail dan terperinci.Ketiga:Pada langkah ketiga ini pendidik menyampaikan pengetahuan kepada anak didik secara lebih terperinci dan menyeluruh, dan berusaha membahas semua persoalan bagaimapaun sulitnya agar anak didik memperoleh pemahaman yang sempurna. Demikian itu metode umum yang ditawarkan Ibnu Khaldun di dalam proses belajar mengajar.
Ibnu Khaldun juga menyebutkan keutamaan metode diskusi, karena dengan metode ini anak didik telah terlibat dalam mendidik dirinya sendiri dan mengasah otak, melatih untuk berbicara, disamping mereka mempunyai kebebasan berfikir dan percaya diri. Atau dengan kata lain metode ini dapat membuat anak didik berfikir reflektif dan inovatif. Lain halnya dengan metode hafalan, yang menurutnya metode ini membuat anak didik kurang mendapatkan pemahaman yang benar. Disamping metode yang sudah disebut di atas Ibnu Khaldun juga menganjurkan metode peragaan, karena dengan metode ini proses pengajaran akan lebih efektif dan materi pelajaran akan lebih cepat ditangkap anak didik. Satu hal yang menunjukkan kematangan berfikir Ibnu Khaldun, adalah prinsipnya bahwa belajar bukan penghafalan di luar kepala, melainkan pemahaman, pembahasan dan kemampuan berdiskusi. Karena menurutnya belajar dengan berdiskusi akan menghidupkan kreativitas pikir anak, dapat memecahkan masalah dan pandai menghargai pendapat orang lain, disamping dengan berdiskusi anak akan benar-benar mengerti dan paham terhadap apa yang dipelajarinya.
f. . Pendidik
Pendidik dalam pandangan Ibnu Khaldun haruslah orang yang berpengetahuan luas, dan mempunyai kepribadian yang baik. Karena pendidik selain sebagai pengajar di dalam kelas, pendidik juga harus bisa menjadi contoh atau suri tauladan bagi peserta didiknya. Ibnu Kholdun menganjurkan agar para guru bersikap dan berperilaku penuh kasih sayang kepada peserta didiknya, mengajar mereka dengan sikap lembut dan saling pengertian, tidak menerapkan perilaku keras dan kasar, sebab sikap demikian dapat membahayakan peserta didik, bahkan dapat merusak mental mereka, peserta didik bisa menjadi berlaku bohong, malas dan bicara kotor, serta berpura-pura, karena didorong rasa takut dimarahi guru atau takut dipukuli. Dalam hal ini, keteladanan guru yang merupakan keniscayaan dalam pendidikan, sebab para peserta didik menurut Ibnu Kholdun lebih mudah dipengaruhi dengan cara peniruan dan peneladanan serta nilai-nilai luhur yang mereka saksikan, dari pada yang dapat dipengaruhi oleh nasehat, pengajaran atau perintah-perintah.
g.   Peserta didik
Sedangkan konsepnya mengenai peserta didik, bahwa peserta didik merupakan orang yang belum dewasa dan memiliki potensi. Maka dari itu peserta didik membutuhkan bimbingan orang dewasa untuk mengembangkan potensi ke arah yang lebih baik dengan potensi dan fitrah yang telah ada. Peserta didik ibarat wadah yang siap untuk di beri pengetahuan yang baru.[8]

III.      Kesimpulan
Dari uraikan makalah di atas penulis menyimpulkan hal-hal sebagai berikut :
1.      Ibn Khaldun di kenal sebagai salah satu pendiri sosiolaogi dan antropologi.
2.      Pemikiran Ibn Khaldun dalam bidang pendidikan meliputi tentang manusia didik, ilmu, metode pengajaran, dan spesialisasi.
3.      Ibnu Khaldun membagi ilmu berdasarkan kepentingannya bagi anak didik menjadi dua macam ; Ilmu Naqliyah (Al-Quran dan Hadits,Ulum al-Quran, Ulum Hadits, Ushul Fiqh, Fiqh, Ilm al-Kalam, Ilm al-Tasawuf, Ilm al-Ta’bir Ru’ya) dan Ilmu Aqliyah (Ilmu Logika, Ilmu Fisika, Ilmu Metafisika, Ilmu Matematika )
4.      Didalam memberikan pengetahuan kepada anak didik, pendidik hendaknya dengan memperhatikan kemampuan akal anak didik.
5.      Pendidik dalam pandangan Ibnu Khaldun haruslah orang yang berpengetahuan luas, dan mempunyai kepribadian yang baik. Karena pendidik selain sebagai pengajar di dalam kelas, pendidik juga harus bisa menjadi contoh atau suri tauladan bagi peserta didiknya.
6.      konsep Ibn Khaldun mengenai peserta didik, bahwa peserta didik merupakan orang yang belum dewasa dan memiliki potensi, Peserta didik ibarat wadah yang siap untuk di beri pengetahuan yang baru.

DAFTAR PUSTAKA
Abd. Al-Rahman Ibn Khaldun, Muqaddimah Ibn khaldun, Tahqiq ali Abd. Al-Wahid Wafi. (Cairo : Dar al-Nahdhah, t.th.) jilid 1
Abudin Nata, Filsafat Pendidikan Islam
Ahamad Fuad al-ahwani, al-Tarbiyah fi al-Islam (Mesir : Dar al-Maarif)
Fuad Baali, dan Ali Wardi. Ibnu Khaldun dan Pola Pemikiran Islam. alih bahasa Osman Ralibi.( Jakarta: Pustaka Firdaus. 1989).
Husayn Ahmad Amin, Seratus Tokoh dalam Sejarah Islam,(Bandung: Remaja Rosdakarya, 1995), cet-1
Nashruddin Thoha,.Tokoh-tokoh Pendidikan Islam di Jaman Jaya. (Jakarta: Mutiara. 1979).
Ramayulis, Filsafat Pendidikan Islam (Jakarta, Kalam Mulia : 2009) cet. Ke-1
Suwito, Sejarah Sosial Pendidikan Islam,(Jakarta: Kencana,2008), cet. 2.


[1] Abudin Nata, Filsafat Pendidikan Islam,h. 173
[2] Suwito, Sejarah Sosial Pendidikan Islam,(Jakarta: Kencana,2008), cet. 2 h. 87
[3] Husayn Ahmad Amin, Seratus Tokoh dalam Sejarah Islam,(Bandung: Remaja Rosdakarya, 1995), cet-1 h. 243-244  
[4] Ramayulis, Filsafat Pendidikan Islam (Jakarta, Kalam Mulia : 2009) cet. Ke-1 h. 285
[5] Ahamad Fuad al-ahwani, al-Tarbiyah fi al-Islam (Mesir : Dar al-Maarif,t th.) h.218
[6] Abd. Al-Rahman Ibn Khaldun, Muqaddimah Ibn khaldun, Tahqiq ali Abd. Al-Wahid Wafi. (Cairo : Dar al-Nahdhah, t.th.) jilid 1 h. 1027
[7] Ramayulis, Op Cit. H 283
Read More..
Posted by Unknown Kamis, 07 Februari 2013 0 komentar

Warisan adalah harta peninggalan yang ditinggalkan pewaris kepada ahli waris. Warisan berasal dari bahasa Arab Al-miirats, dalam bahasa arab adalah bentuk masdar (infinititif) dari kata waritsa- yaritsu- irtsan- miiraatsan. Maknanya menurut bahasa ialah ‘berpindahnya sesuatu dari seseorang kepada orang lain’. Atau dari suatu kaum kepada kaum lain.[1]
Ahli waris adalah orang-orang yang berhak menerima harta peninggalan (mewarisi) orang yang meninggal, baik karena hubungan keluarga, pernikahan, maupun karena memerdekakan hamba sahaya (wala’).[2]
Harta Warisan yang dalam istilah fara’id dinamakan tirkah (peninggalan) adalah sesuau yang ditinggalkan oleh orang yang meninggal, baik berupa uang atau materi lainyayang dibenarkan oleh syariat Islam untuk diwariskan kepada ahli warisnya.[3]
  • Ash-Shabuni. Muhammad Ali, Pembagian Waris Menurut Islam, (Jakarta: Gema Insani Press, 1996), hml.33
  • ^ Djalal. Maman Abd, Hukum Mawaaris, (Bandung: CV Pustaka Setia, 2006 ) hlm.43,44
  • ^ Ibid hlm.39

    Ahli waris dapat digolongkan menjadi dua, yaitu ahli waris laki-laki dan ahli waris perempuan.

    Ahli waris laki-laki ada 15 orang, yaitu sebagai berikut :
    1. Anak laki-laki
    2. Cucu laki-laki dari anak laki-laki dan terus ke bawah
    3. Bapak
    4. Kakek dari bapak dan terus ke atas
    5. Saudara laki-laki sekandung
    6. Saudara laki-laki sebapak
    7. Saudara laki-laki seibu
    8. Anak laki-laki saudara laki-laki kandung
    9. Anak laki-laki saudara laki-laki sebapak
    10. Paman yang sekandung dengan bapak
    11. Paman yang sebapak dengan bapak
    12. Anak laki-laki paman yang sekandung dengan bapak
    13. Anak laki-laki paman yang sebapak dengan bapak
    14. Suami
    15. Laki-laki yang memerdekakan pewaris.

    Jika lima belas orang itu ada, maka yang dapat menerima hanya tiga, yaitu anak laki-laki, suami dan bapak

    Ahli waris perempuan ada sepuluh yaitu sebagai berikut
    1. Anak perempuan
    2. Cucu perempuan dari anak laki-laki
    3. Ibu
    4. Nenek dari ibu
    5. Nenek dari bapak
    6. Saudara perempuan kandung
    7. Saudara perempuan bapak
    8. Saudara perempuan seibu
    9. Istri
    10. Wanita yang memerdekakan pewaris

    Jika 10 orang itu ada, maka yang mendapat warisan hanya lima orang, yaitu istri, anak perempuan, ibu, cucu perempuan, dan saudara perempuan kandung).

    Jika 25 ahli waris itu ada, maka yang bisa menerimanya hanya 5 orang, yaitu suami, istri, ibu, bapak, anak laki-laki dan anak perempuan.


Read More..

Daftar isi

Posted by Unknown Sabtu, 26 Januari 2013 0 komentar

Read More..

komputer

Posted by Unknown Sabtu, 05 Januari 2013 0 komentar
subjudul disini Judul Utama Anda
Komputer adalah alat buatan manusia, hasil kerja otak manusia, dan digunakan untuk mempercepat dan membuat pekerjaan manusia lebih effisien atau tepat guna.
Sulit dibayangkan bagaimana suatu masyarakat modern yang tinggal di kota besar bisa berfungsi tanpa komputer yang mengatur segi-segi atau aspek penting kehidupan, mulai dari listrik, telpon dan televisi, sampai alat angkutan umum dan toko serba-ada yang menjual kebutuhan pangan.
Tanpa listrik, kwalitas kehidupan normal di kota besar akan segera jauh merosot, dibanding kehidupan di pedesaan yang tidak begitu tergantung akan arus listrik. Komputer bisa mengatur banyak hal secara effisien karena komputer adalah mesin yang tidak kenal cape dan tidak bisa marah seperti manusia.
Tapi komputer hanya bisa berfungsi kalau ada software atau perangkat lunak yang disusun oleh manusia. Nah, sampai pada satu tingkat, campur tangan manusia dalam pekerjaan komputer dianggap justru memperlambat kerja mesin pintar itu.
Kata David Tennenhouse, pakar teknologi yang bekerja pada lembaga riset dan pengembangan Departemen Pertahanan Amerika, "manusia adalah faktor satu-satunya yang paling banyak menghambat pekerjaan komputer," dan sebab itu, katanya, "kita harus mengusahakan supaya manusia dikeluarkan dari proses kerja komputer".
Tennenhouse menjelaskan bahwa komputer, dalam applikasinya yang sekarang, berinter-aksi dengan manusia, dan kemudian manusia-lah yang ber-interaksi dengan dunia luar, sehingga memperlambat seluruh proses menganalisa data sampai menjadi keputusan.
Kata Tennenhouse, pakar-pakar komputer harus membuat software dan juga komputer yang bisa beroperasi lebih cepat dari pada manusia. Contohnya, dia menyebut sistem rem mobil modern yang disebut anti-lock brake dan kantong udara pengaman atau airbag yang dipasang pada mobil.
Kedua alat itu sangat mengurangi kecelakaan mobil serta jatuhnya korban yang tidak perlu kalau terjadi tabrakan. Sistem anti-lock brake memungkinkan pengemudi terus menguasai arah gerakan mobilnya, karena roda mobil tidak dihentikan sama sekali perputarannya ketika sopir menginjak rem pada saat terjadi panik.
Sistem itu akan mengetahui kalau mobil mulai tergelincir karena keempat rodanya terkunci oleh rem yang diinjak sopir, dan secara bertahap mulai melepaskan rem sehingga sopir bisa mengarahkan mobilnya ketempat yang aman.
Kantong udara penyelamat juga bekerja otomatis tanpa campur tangan manusia; kantong itu akan mengembang dengan sendirinya dan melindungi pengemudi dari benturan dengan stir mobil atau kaca jendela depan, kalau alat sensornya mencatat penurunan kecepatan yang drastis.
Kata Tennenhouse, otak manusia tidak akan memberikan reaksi secepat komputer dalam menganalisis keadaan dan mengambil keputusan. Contoh lain yang disebutnya adalah penggunaan komputer pada pesawat tempur supersonik. Seorang penerbang tidak akan bisa mengendalikan pesawatnya secara effisien pada kecepatan tinggi sambil mengadakan manuver yang rumit untuk menembak jatuh pesawat lawan.
Kata David Tennenhouse, lembaga riset pada Departemen Pertahanan Amerika itu akan memusatkan perhatian pada pembuatan software bagi mesin-mesin yang disebutnya robot, yang yang bisa mengambil keputusan sendiri tanpa menunggu perintah manusia.
Contohnya, kalau komputer pada sebuah stasiun pemantau cuaca mencatat pola cuaca yang unik, dan tanpa menunggu perintah manusia, langsung mengakses dan menganalisis data dari stasiun-stasiun pemantau cuaca lainnya supaya mendapatkan gambaran yang lebih besar dan menyeluruh.
Dengan kata lain, kata Tennenhouse, kita membutuhkan perangkat lunak yang bisa menganalisis dan meramalkan apa yang akan terjadi berdasarkan perhitungan statistik. Kalau sebagian pengamat dunia komputer menyimpulkan bahwa penggunaan komputer saat ini sudah mencapai puncaknya dalam mengatur kehidupan manusia, Tennenhouse memperhitungkan, baru dua persen saja dari kemampuan komputer yang sudah dimanfaatkan manusia saat ini.
Read More..

Search

Pages

Total Tayangan Halaman

Flag Counter